Sedekah dan Doa Untuk Ahli Kubur

Bulan Julai 2009 adalah satu bulan yang memberi penuh nostalgia dan detik yang tidak dapat aku lupakan adalah dua tarikh, iaitu 13 Julai dan 27 Julai 2009. Kelahiran Akram Jauni pada 13 Julai dan pemergiaan ayah tercinta pada 27 Julai 2009.

Pada tahun 2009 ini juga menyaksikan aku telah kehilangan dua sahabat baik, iaitu Asmadi, kawan baik semasa di Maahad Muhammadi (Lelaki), dan seterusnya Mohd Firdaus Idris, teman satu bilik semasa di Asrama Matriks UIA, Lembah Pantai. Allah sayangkan mereka berdua, dan pemergiaan mereka di usia amat muda sekali.

 

Begitulah kehidupan ini, kita di dunia ini hanya sekejap sahaja. Kita dihantar oleh Allah untuk menjadi Khalifahnya, untuk beriman dan bertakwa kepadanya, namun, alangkah malunya untuk menghadapi Allah sekiranya kita tidak menunaikan amanah dan tanggungjawab yang telah diberikan kepada kita.

Alam Barzakh adalah satu perjalanan Akhirat ketiga yang menakutkan. Tentang alam Barzakh banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadis, tersurat dan tersirat. Di dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman:

وَمِنْ وَرائِهِمْ بَرْزَخٌ إلى يَوْمِ يُبْعَثُون

“Dan di belakang mereka ada Barzakh sampai hari kiamat.” (Al-Mukminun: 100).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Demi Allah, yang kutakutkan atasmu adalah alam Barzakh.” Sahabatnya bertanya: Apakah Barzakh itu? Beliau menjawab: “Alam kubur sejak kematian hingga hari kiamat.” (Al-Bihar 6: 267)

 

Pentingnya Sedekah dan Doa untuk Ahli Kubur

 

Hendaknya yang hidup tidak melupakan orang-orang yang telah meninggal, kerana mereka sangat terbatas untuk memperoleh amal yang baik. Mereka mengharap dan mengintip kebaikan dari anak-anaknya, kerabat, dan saudara-saudaranya yang beriman. Khususnya doa-doa mereka dalam solat-soat malam mereka, sesudah solat-solat fardhu, dan doa-doa mereka. Hendaknya seorang anak mendoakan ayah dan ibunya lebih banyak daripada terhadap orang lain, dan beramal kebajikan untuk mereka.

Dalam suatu hadis dikatakan: “Sungguh ada seorang hamba yang tercatat sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya ketika mereka masih hidup, kemudian keduanya meninggal, tetapi ia tidak melaksanakan apa yang mereka tinggalkan dalam agamanya dan tidak memohonkan ampunan untuk mereka, maka Allah azza wa jalla mencatatnya sebagai anak yang durhaka. Ada juga seorang hamba yang tercatat sebagai anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya dan tidak berbakti kepada mereka ketika mereka masih hidup, tetapi setelah mereka meninggal ia melaksanakan apa yang mereka ditinggalkan dalam agamanya, dan memohonkan ampunan untuk mereka, maka Allah azza wa jalla mencatatnya sebagai anak yang berbakti.” (Al-Kafi 2: 163, hadis ke 21)

Di antara kebaikan yang terpenting bagi kedua orang tua dan seluruh kerabat yang telah meninggal adalah menunaikan perintah agama yang mereka tinggalkan saat hidupnya, melepaskan mereka dari hak-hak Allah dan mahluk-Nya, mengqadha’ apa yang mereka tinggalkan, haji dan seluruh ibadahnya, dengan cara membayar atau bersedekah.

Umar bin Yazid berkata bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) melakukan shalat untuk puteranya setiap malam dua rakaat, dan untuk orang tuanya setiap siang hari dua rakaat.” Kemudian aku bertanya kepadanya: Mengapa shalat untuk anak dilakukan di malam hari? Beliau menjawab: Karena permadani untuk anakku. (At-Tahdzib 1: 467, hadis ke 178)

 

Selanjutnya beliau berkata: “Sesungguhnya seorang mayyit, ia merasakan bahagia akibat kasih sayang yang dihadiahkan kepadanya dan permohonan ampunan untuknya, sebagaimana orang yang hidup bahagia dengan hadiah yang diberikan kepadanya. (Al-Faqih 1: 117, hadis ke 554)

Rasulullah saw bersabda:

يدخل على الميت في قبره الصلاة والصوم والحجّ والصدقة والبر والدعاء ويكتب أجره للذي يفعله وللميت

“Masuklah pada mayyit di kuburnya shalat, puasa, haji, sedekah, kebajikan, dan doa; dan pahalanya dicatat untuk orang yang melakukan dan juga untuk mayyit. (A-Faqih 1: 117, hadis ke 557)

Rasulullah saw juga bersabda:

مَنْ عمل مِنَ المسلمين عن ميت عملا صالحاً اضعف له أجره ونفع الله به الميت

“Barangsiapa dari kalangan muslimin yang melakukan amal soleh untuk orang yang telah meninggal, Allah melipatgandakan pahala baginya dan dengannya memberi manfaat pada orang yang telah meninggal.” (Al-Faqih 1: 117, hadis ke 556)

Dalam suatu riwayat dikatakan: Jika seseorang bersedekah dengan diniatkan untuk orang yang telah meninggal, Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril agar datang membawa seribu malaikat ke kuburnya, dan masing-masing malaikat membawa tempat makanan dan berkata: “Salam atasmu wahai kekasih Allah, ini hadiah dari Fulan bin Fulan untukmu.”

“Kemudian bercahayalah kuburnya, dan Allah memberikan kepadanya seribu kota di surga, mengawinkannya dengan seribu bidadari, memberinya seribu pakaian yang baru, dan menunaikan baginya seribu keinginan.” (Al-Bihar 82: 63, hadis ke 7)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

7 Comments:

  1. SUBHANALLAH….. Syukron…

  2. assalamualaikum..

    saya ingin mohon keizinan ustaz untuk copy artikel diatas untuk rujukan saya….terima kasih

  3. Assalamualaikum……………….

    Dengan kerendahan hati mohon izin untuk mengopy artikel ini, sbg bahan referensi dan nasihat buat saya keluarga saya.
    Semoga Allah SWT memberikan pahala dan menjadikan amalan jariah kepada penulis ini, ….amien

  4. assalamu alaikum wr wb..
    Sy mau bertanya, sy baru sj ditinggal suami sy berpulang ke rahmatullah..
    Amalan apa saja yg bs saya lakukan agar bs sampai ke alm suami saya..
    Akankah sy bisa bertemu dg suami sy lagi, krn sy sangat mencintai alm suami sy..
    Mohon bantuannya.. Terimakasih..
    Wassalamualaikum wr wb..

  5. asalamualaikum wr wb

    trmkshi atas artikely
    semoga apa yang enaku tulis
    bsa mendapatkan pahala
    dr ALLAH SWT amienn

  6. Suami baru arwah……sdg mencari bgmana nak bantunya di alam berzakh…..terima kasih artikel byk buat saya faham……mintaizin copy utk share dgn yg lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *